e-banner

e-banner

Tunjuki daku ya Allah...

Tunjuki daku ya Allah...

Kem Berambeh Selasih 4

Kem Berambeh Selasih 4

Saturday, July 11, 2009

Positif atau negatif...

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...

Positif atau negatif? Apabila disebut dalam konteks fizik, positif atau negatif boleh diertikan sebagai cas-cas yang saling menarik jika bertemu dua cas yang berbeza...

Positif atau negatif? Kalau dilihat dari sudut kimia, hmm...mungkin boleh dikaitkan dengan sifat alkali atau keasidan sesuatu benda.

Orang kata, kita seharusnya sentiasa positif dan menjauhi pemikiran ataupun perangai-perangai yang negatif.

Kata-kata motivasi yang sentiasa ke arah yang positif sentiasa disarankan oleh pakar-pakar motivasi..."Be positive always!"

Hmm...apa sebenarnya positif dan negatif dalam kehidupan kita?

Sungguh, kadang-kadang kita sendiri keliru sama ada kita sedang berfikiran positif atau negatif.

Apa sebenarnya yang membuatkan kita berfikiran positif atau negatif?

=) Diriku bukanlah seorang pakar motivasi atau seorang kaunselor (kerana diriku sering tidak sebulu dengan kaunselor...hehe)=p

Inilah cuma coretan peribadi diriku yang kecil ini.Apa yang menentukan kita positif atau negatif?Benar, bahawa persekitaran, kata-kata orang persekitaran kita amat mempengaruhi kita terutamanya orang yang 'rapih' (baca:rapat) dengan kita.

Akan tetapi, apa yang lebih penting adalah cara kita menerima kata-kata atau informasi yang lahir daripada persekitaran kita itu. Dua perkara yang selalunya diriku ambil sebagai iktibar adalah seperti ikan dilaut. Sungguhpun dirinya dikelilingi air laut yang masin, namun dirinya tetap tawar dan tidak dipengaruhi oleh persekitarannya dengan sewenang-wenangnya. Dan yang kedua adalah cerita katak- "the allegory of the frog". Kisah katak ini sering kali ku dengari di zaman sekolah...=) Kedua-duanya tentang betapa pentingnya kekuatan dalaman yang ada dalam diri dan perlu dimanfaatkan. Penting apabila kita punya pendirian, dan sentiasa bersangka baik dengan Pencipta kita. Kerana sesungguhnya, segala yang kita lalui dalam hidup ini adalah aturan daripada-Nya. Aturan-Nya lah yang paling ideal.

Sungguhpun negatif, perkara itu tetap ada hikmah disebaliknya...Moga kita sama mampu untuk memanfaatkan perkara-perkara atau kata-kata yang negatif yang sentiasa berlegar disekitar kita dengan mengimbangkannya dengan perkara-perkara yang positif...=)

"Jadilah perindu dan pengejar redha Ilahi"

Wallahualam...

Sunday, July 5, 2009

Terkesima...

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...

Subhanallah...Maha Suci Allah...hanya Dialah yang mampu untuk menciptakan dan membuatkan ulat beluncas mampu untuk berubah menjadi pupa sedemikian rupa...



buat diriku terkesima...=)

"Jadilah perindu dan pengejar redha Ilahi"

Wallahualam..

Friday, July 3, 2009

Ironi...

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...

...IRONI...
Tahukah anda apa yang dimaksudkan dengan ironi? Mari saya bantu anda untuk membelek kamus dewan edisi ke-3: (walaupun ada edisi yang lebih tinggi..huhu...)

Ironi merupakan keadaan atau kejadian yang menunjukkan pertentangan atau kesan sebaliknya antara sesuatu yang dijangkakan dengan yang menjadi hakikatnya...

Sebenarnya, banyak perkara yang berlaku di sekelilingku mengajak diriku untuk lebih memahami erti perkataan ini dalam kehidupan seharian. Salah satunya? Ini dia...

Bagi sesiapa yang tidak mengenali alat ini, mari saya perkenalkan...

Ini merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menarik perhatian sekaligus menghukum mati mandatori serangga-serangga terutamanya lalat. Serangga-serangga, terutamanya yang terbang mudah tertarik kepada cahaya. Maka, alat yang mempunyai dua lampu ini akan menarik perhatian serangga-serangga tersebut. Apabila perhatian diperoleh dan serangga ini mendekati pagar-pagar besi yang berada mengelilingi lampu itu. Apabila serangga itu terkena pada besi itu...zzzztttt....renjatan elektrik berlaku...jika serangga itu besar dan tersekat pada besi contohnya langau, langau itu akan terbakar...-_-" huhu...

Ironinya...walaupun diriku sentiasa menyayangi serangga-serangga termasuklah lalat, namun diriku merupakan antara orang yang bersemangat memerhatikan gelagat-gelagat lalat-lalat dan serangga lain contohnya semut yang mengambil kesempatan dengan mengutip lalat-lalat yang telah mati sebagai makanan...

Hidupku penuh dengan perkara yang ironi...huhu...@_@

"Jadilah perindu dan pengejar redha Ilahi"

Wallahualam

Friday, June 26, 2009

....

Mengemis kasih

Album : Gema Alam
Munsyid : Raihan
http://liriknasyid.com


Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menhiris hati

Tuhan dosa itu menggunung
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku

Wednesday, June 24, 2009

People, process and nature...

In the name of Allah, the Most Gracious the Most Merciful...

Taking the opportunity, waiting for the mixer to rotate, mixing the ingredients for the loaf bread's dough. Relaxing myself listening to nasyid "Ku hadir pada-Mu" from my walkman Sony Ericsson phone...=)

What could it be? Hmm...while sitting i the car, and not talking to the 'pilot', what would you do? For an always a passenger like me, I will start to observe things around me. Then, I suddenly realized that most of the time, things that would be most likely that I will observe would be the same..hehe...

As for you? Yes, I mean YOU, the one who is reading...hehe...What do you like to observe?

Along the way (while in the car), I manage to list three main themes that i like to observe regardless where i am. Below is the short listed category...=p

(i) People / Society - I am referring to the attitude of the people, how they interact with each other, their clothing etc. But i usually observe little kids and old folks more.hehehe...

(ii) Process - I am someone that is easily amazed with things (even a parafilm; that is a sort of elastic selotape that can be found in lab can make me amazed..=p). This is especially things that are in their processing phase like a big machine which use to print newspapers...with those huge reels...huhu...

(iii)nature -
most likely, this would be the biggest category..hehe...I love to observe animal behaviour especially, ehem...ehem... INSECTS!!!hehe... watching the ants crawling, searching for foods for its siblings, watching the flies collecting food as the source of energy to produce more progeny, watching the butterflies flying around freely maybe searching for flower to collect nectar...=)


Other than that, not to forget, watching friends of birds on the cabels and some flying, making beatiful and perfect formations..and watching cat(s) who is amazed and playing around with the moving automated gate..=p

Apart from that, i also love to observe the clouds...theshapes of the cloud, imagining what the shape resembles...

But what ever we wish and like to observe, we must at least take 'something' from it. Meaning, like for me, when i observe people, at least it can make me feel i want to contribute to the society, when i observe the process, it triggers my curiosity and observing the nature, it can make me appreciate more the greatness of Allah's creation...By observing all this, i really hope and i don't wish to stop to hope that i can get nearer to Allah...Let us observe to see the sign of Allah...=)

"Jadilah perindu dan pengejar redha Ilahi"

Wallahualam

Friday, June 19, 2009

Wahai Saudaraku...

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...

Wahai saudaraku,
Kita hanya manusia biasa yang lemah, penuh dengan kekurangan. Penuh kecenderungan sama ada ke arah kebaikan mahupun keburukan...

Wahai saudaraku,
Kita tidaklah sempurna, kerana hanya Allah yang Maha sempurna...Maka mengapa kita sering berlagak seolah-olah kita sempurna? Berlagak seperti betul segalanya?

Wahai saudaraku,
Dalam kehidupan ini penuh dengan kebaikan, namun mengapa mesti keburukan yang didahulukan? Mengapa mesti bersalah sangka pada orang lain? Mengapa tidak dahulukan kebaikan dan baik sangka terhadap kehidupan?

Wahai saudaraku,
Mengapa perlu ada sengketa, andai kita mengaku bersaudara? Mengapa kita tidak menerima dan menimbang sebaiknya? Mengapa perlu kehendak diri dan bisikan nafsu membutakan mata hati kita? Enggan redha dan berlapang dada sesama kita?

Wahai saudaraku,
Kita seorang hamba dan jua khalifah Allah di muka bumi, yang diutuskan membawa panji-Nya mengikut kemampuan kita. Allah tidak melihat berapa banyak yang kita lakukan tetapi berapa banyak perkara yang kita lakukan dengan penuh keikhlasan...Ikhlas, tanpa mengharap ganjaran selain dari-Nya. Sesungguhnya ikhlas itu adalah rahsia antara kita dengan-Nya...

Akhir kalam,
Moga kita semua diberikan kekuatan wahai saudaraku...=)


"Jadilah perindu dan pengejar redha Ilahi"

Wallahualam

Saturday, June 13, 2009

Ayuh berlapang dada...

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...

Apakah yang ada di dalam hati kita kini? Marah? Benci? Dendam? Tak puas hati? Kecewa?

Adakalanya, diriku juga terjebak dengan perasaan-perasaan sebegitu yang mampu untuk membebankan hati kita. Sebab itulah, diri ini ingin mengajak sahabat-sahabatku untuk berlapang dada. Ataupun bahasa yangs sering diguna pakai, iaitu redha dengan ketentuan-Nya...

Berlapang dada memang adakalanya payah terutamanya apabila melibatkan orang yang rapat dengan kita. Apabila terjadi sesuatu yang tidak diingini kepada keluarga mahupun sahabat terdekat kita, kita seringkali menjadi orang yang pertama meletakkan syak wasangka kepada mereka. Ayuh kita berlapang dada...agar kita mampu untuk bergerak dengan lebih teratur. Bukankah kita disuruh untuk saling bermaafan dan saling bersangka baik sesama kita? Mengapa perlu kita ada perasaan yang bakal mengganggu fikiran dan hati kita, dan itu juga mungkin bakal menjadi hijab atau penghalang kepada mereka.

Ayuh kita berlapang dada...sungguhpun payah, jika kita cuba dan sentiasa mencuba untuk melatih diri kita untuk berlapang dada dan berterus terang andai ada salah faham, tentu sifat itu akan tertanam di dalam diri bukan? Seringkali dikatakan bahawa perbuatan yang diulang sebanyak 21 kali itu akan menjadi sifat kekal di dalam diri kita. (dengan izin-Nya tentunya...)

Ayuh kita berlapang dada...kerana dengannya kita mampu mendidik hati kita dengan kesabaran, bukan dengan kata-kata kutukan dan celaan terhadap orang mahupun perkara yang tidak kita senangi.

"...Dan perbuatan kamu bermaaf-maafan (halal menghalalkan) itu lebih hampir kepada taqwa. Dan janganlah pula kamu lupa berbuat baik dan berbudi sesama sendiri. Sesungguhnya Allah sentiasa melihat akan apa jua yang kamu kerjakan. " (Al-Baqarah : 237)

Selamat berlapang dada wahai diri dan selamat berlapang dada wahai sahabat-sahabatku....=)

"Jadilah perindu dan pengejar redha Ilahi"

Wallahualam